Revitalisasi Akhlak Anak: Membangun Eksistensi Diri yang Sehat Mental di Tengah Toksisitas Digital
DOI:
https://doi.org/10.30599/p665av50Keywords:
Revitalisasi akhlak, Eksistensi diri, Kesehatan mental, Toksisitas digitalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial dan pembentukan identitas diri manusia modern. Di satu sisi, dunia digital memberikan ruang ekspresi dan kreativitas tanpa batas, namun di sisi lain menghadirkan tantangan serius berupa degradasi moral, krisis identitas, dan gangguan kesehatan mental akibat paparan toksisitas digital seperti ujaran kebencian, perundungan daring, serta budaya hedonisme virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi revitalisasi akhlak sebagai upaya membangun eksistensi diri yang sehat secara mental di tengah arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak berperan sebagai fondasi spiritual dan etis dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan digital dan tanggung jawab moral. Revitalisasi akhlak, khususnya nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan kontrol diri, menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter digital yang beretika. Dengan demikian, penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam di era digital merupakan langkah strategis untuk membangun eksistensi diri yang bermartabat dan memiliki kesehatan mental yang stabil di tengah fenomena toksisitas digital.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Masnila, Arlis Karlina, Dwi Noviani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





